Ngamprah, Bandung barat informannews.com
Kebijakan pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran cukup berdampak bagi tiap Kabupaten/Kota Utamanya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur terutama.
Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 29 tahun 2025 tentang penyesuaian alokasi transfer ke daerah menurut provinsi/kabupaten/kota tahun anggaran 2025 dalam rangka efisiensi belanja dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2025.
Tapi tidak menyerah begitu saja Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung barat (Mochammad Ridwan Evi) tidak tinggal diam duduk manis, beliau terus bergerak untuk mengajukan pengajuan jalan-jalan Kabupaten yang kondisi rusak berat dan sudah terdata di DD1 yaitu data kondisi jalan.
“Ada beberapa kegiatan yang memang tertuang di awal tahun anggaran masuk agenda murni kami yaitu berkaitan dengan Dana alokasi khusus (DAK) Rp.94 M dan mandatori yang ada di kami itu sekitar 14 san, tapi kenyataannya kegiatan tersebut ada efisiensi tidak bisa di kerjakan karena di nol kan oleh Pemerintah pusat. jadi artinya hanya ada beberapa kegiatan yang ada di kami yaitu tidak mencakup dari Anggaran APBD, dan itu tidak besar karena kami mengandalkan Dana alokasi khusus yang kemarin kita mohon ke Kementerian,” tutur Kadis PUTR saat di temui di Kantor Dinasnya.
“Jadi artinya sekarang Anggarannya sangat minim tetapi dalam hal ini Pak Bupati, Pak wakil Bupati dan Pak Sekda akan merasionalisasi anggaran di tiap Dinas yang ada di Pemda Kabupaten Bandung barat dan tentunya strateginya ada di DPRD dan ini akan di salurkan ke Infrastruktur jalan,” ujarnya.
“Untuk anggarannya kita belum dapat angkanya, kita lagi atur-atur dulu titik-titiknya yang pasti, ada beberapa kemarin yang di coret dari DAK dan mandatori akan kita masukan lagi, dan tentunya volumenya akan berkurang karena tidak akan bisa mencakup ke nilai yang kemarin kita mohon ke Kementerian,” terangnya.
Saat ditanya terkait jalan-jalan Kabupaten yang rusak dan sempet viral di Media online juga medsos yaitu jalan Ciganda Cikalongwetan, Saguling juga jalan Bojong koneng Ngamprah, apakah sudah di ajukan.
“Kalau Jalan Saguling jati, Bojong koneng dengan Jalan Ciganda ada di Maribaya Cibodas patrol itu kemarin kita mohon ke Provinsi Jawa barat, cuma itu tidak di ACC kita mohon lagi ke DAK yang Jalan Bojong koneng masuk cuma di nol kan oleh Kementerian, artinya kita sudah tau jalan mana yang harus kita laksanakan karena kita mempunyai data yaitu DD1 apa itu DD1 yaitu data kondisi jalan, data kondisi jalan itu mencakup jaran rusak berat, jalan rusak ringan dan jalan rusak baik,” tuturnya
Lanjut ia, Jadi ketika kita ada anggaran yang memang tidak banyak, akhirnya kami membuat skala prioritas artinya apa, jalur yang rusak berat yang akan kami laksanakan terlebih dahulu, karena keterbatasan anggaran, dan untuk jalan tersebut sudah masuk ke agenda DAK sudah masuk data-data itu, kita dapat 94 M ternyata hilang lagi semua, tapi dalam hal ini Pak Bupati, Pak Wakil Bupati Pak Sekda akan mengupayakan dan melaksanakan kegiatan yang di hapus melalui DAK itu, tapi volume nya tidak sepanjang yang tertuang dalam DAK yang pasti ada kegiatan,” jelasnya.
“Termasuk ruas jalan Kebon kelapa pasir halang itu masuk di agenda DAK yang tercoret dengan nilai 11 Miliar tapi setelah ada rasionalisasi mungkin kami akan Prioritaskan setelah masuk angka tambahan dari APBD tapi tidak senilai itu karena keterbatasan juga anggarannya di Pemda,” paparnya.
Di akhir pembicaraan Beliau berpesan kepada Masyarakat Bandung barat, diharapkan bersabar menurutnya pihak PUPR tidak tinggal diam.
“Bagi masyarakat Kabupaten Bandung barat, saya paham akan kebutuhan mendesak dari masyarakat atas keperluan jalan yang baik untuk menunjang perekonomian, beri kesempatan kami, kami disini tidak tinggal diam tetap kami akan terus berupaya menciptakan jalan-jalan yang stabil di KBB, dan tentunya kami akan bekerja sama dan mendapat arahan-arahan dari Pak Bupati juga Pak wakil akan bekerja sama dengan kementerian atau Pemprov Jabar dengan menstabilkan jalan yang ada di KBB, untuk itu masyarakat diharapkan sabar, kami tidak tinggal diam yang pasti kami peka apa yang akan di butuhkan oleh masyarakat berkaitan dengan infrastruktur jalan,” pungkasnya.
Reporter: Asep yana.
Dikutip dari: https://informannews.com/untuk-masyarakat-kbb-harap-bersabar-terkait-jalan-kabupaten-yang-rusak-ini-kata-kadis-pupr/
Ngamprah, Bandung barat informannews.com
Kebijakan pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran cukup berdampak bagi tiap Kabupaten/Kota Utamanya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur terutama.
Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 29 tahun 2025 tentang penyesuaian alokasi transfer ke daerah menurut provinsi/kabupaten/kota tahun anggaran 2025 dalam rangka efisiensi belanja dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2025.
Tapi tidak menyerah begitu saja Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung barat (Mochammad Ridwan Evi) tidak tinggal diam duduk manis, beliau terus bergerak untuk mengajukan pengajuan jalan-jalan Kabupaten yang kondisi rusak berat dan sudah terdata di DD1 yaitu data kondisi jalan.
“Ada beberapa kegiatan yang memang tertuang di awal tahun anggaran masuk agenda murni kami yaitu berkaitan dengan Dana alokasi khusus (DAK) Rp.94 M dan mandatori yang ada di kami itu sekitar 14 san, tapi kenyataannya kegiatan tersebut ada efisiensi tidak bisa di kerjakan karena di nol kan oleh Pemerintah pusat. jadi artinya hanya ada beberapa kegiatan yang ada di kami yaitu tidak mencakup dari Anggaran APBD, dan itu tidak besar karena kami mengandalkan Dana alokasi khusus yang kemarin kita mohon ke Kementerian,” tutur Kadis PUTR saat di temui di Kantor Dinasnya.
“Jadi artinya sekarang Anggarannya sangat minim tetapi dalam hal ini Pak Bupati, Pak wakil Bupati dan Pak Sekda akan merasionalisasi anggaran di tiap Dinas yang ada di Pemda Kabupaten Bandung barat dan tentunya strateginya ada di DPRD dan ini akan di salurkan ke Infrastruktur jalan,” ujarnya.
“Untuk anggarannya kita belum dapat angkanya, kita lagi atur-atur dulu titik-titiknya yang pasti, ada beberapa kemarin yang di coret dari DAK dan mandatori akan kita masukan lagi, dan tentunya volumenya akan berkurang karena tidak akan bisa mencakup ke nilai yang kemarin kita mohon ke Kementerian,” terangnya.
Saat ditanya terkait jalan-jalan Kabupaten yang rusak dan sempet viral di Media online juga medsos yaitu jalan Ciganda Cikalongwetan, Saguling juga jalan Bojong koneng Ngamprah, apakah sudah di ajukan.
“Kalau Jalan Saguling jati, Bojong koneng dengan Jalan Ciganda ada di Maribaya Cibodas patrol itu kemarin kita mohon ke Provinsi Jawa barat, cuma itu tidak di ACC kita mohon lagi ke DAK yang Jalan Bojong koneng masuk cuma di nol kan oleh Kementerian, artinya kita sudah tau jalan mana yang harus kita laksanakan karena kita mempunyai data yaitu DD1 apa itu DD1 yaitu data kondisi jalan, data kondisi jalan itu mencakup jaran rusak berat, jalan rusak ringan dan jalan rusak baik,” tuturnya
Lanjut ia, Jadi ketika kita ada anggaran yang memang tidak banyak, akhirnya kami membuat skala prioritas artinya apa, jalur yang rusak berat yang akan kami laksanakan terlebih dahulu, karena keterbatasan anggaran, dan untuk jalan tersebut sudah masuk ke agenda DAK sudah masuk data-data itu, kita dapat 94 M ternyata hilang lagi semua, tapi dalam hal ini Pak Bupati, Pak Wakil Bupati Pak Sekda akan mengupayakan dan melaksanakan kegiatan yang di hapus melalui DAK itu, tapi volume nya tidak sepanjang yang tertuang dalam DAK yang pasti ada kegiatan,” jelasnya.
“Termasuk ruas jalan Kebon kelapa pasir halang itu masuk di agenda DAK yang tercoret dengan nilai 11 Miliar tapi setelah ada rasionalisasi mungkin kami akan Prioritaskan setelah masuk angka tambahan dari APBD tapi tidak senilai itu karena keterbatasan juga anggarannya di Pemda,” paparnya.
Di akhir pembicaraan Beliau berpesan kepada Masyarakat Bandung barat, diharapkan bersabar menurutnya pihak PUPR tidak tinggal diam.
“Bagi masyarakat Kabupaten Bandung barat, saya paham akan kebutuhan mendesak dari masyarakat atas keperluan jalan yang baik untuk menunjang perekonomian, beri kesempatan kami, kami disini tidak tinggal diam tetap kami akan terus berupaya menciptakan jalan-jalan yang stabil di KBB, dan tentunya kami akan bekerja sama dan mendapat arahan-arahan dari Pak Bupati juga Pak wakil akan bekerja sama dengan kementerian atau Pemprov Jabar dengan menstabilkan jalan yang ada di KBB, untuk itu masyarakat diharapkan sabar, kami tidak tinggal diam yang pasti kami peka apa yang akan di butuhkan oleh masyarakat berkaitan dengan infrastruktur jalan,” pungkasnya.
Reporter: Asep yana.
Dikutip dari: https://informannews.com/untuk-masyarakat-kbb-harap-bersabar-terkait-jalan-kabupaten-yang-rusak-ini-kata-kadis-pupr/
"test komentae